Halaman

Halaman

Banner 468 x 60px

Senin, 06 Januari 2020

Permasalahan SDM di suatu perusahaan BUMN

0 komentar
Permasalahan SDM di suatu perusahaan PT.Pos Indonesia


A.  Latar Belakang 

         Pos Indonesia merupakan sebuah badan usaha milik negara (BUMN) 
Indonesia yang bergerak di bidang layanan pos. Saat ini, bentuk badan usaha Pos 
Indonesia merupakan perseroan terbatas dan sering di sebut dengan PT. Pos 
Indonesia. Bentuk usaha Pos Indonesia ini berdasarkan Peraturan Pemerintah 
Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1995. Peraturan Pemerintah tersebut berisi 
tentang pengalihan bentuk awal Pos Indonesia yang berupa perusahaan umum 
(perum) menjadi sebuah perusahaan (persero). PT.Pos Indonesia (Persero) 
merupakan salah satu perusahaaan BUMN yang bergerak dalam bidang jasa  
pelayanan pengiriman barang, dokumen, uang, dan kegiatan pelayanan lainnya 
yang berusaha memenuhi kebutuhan konsumen pada umumnya. Guna memenuhi 
kebutuhan tersebut PT. Pos Indonesia (Persero) harus mampu bersaing dengan 
perusahaan lain yang serupa.  

     Berdasarkan observasi awal penulis menemukan permasalahan pada bagian 
SDM dan Umum Kantor Pusat PT.Pos Indonesia (Persero) yaitu dalam 
program pemberian kompensasi tidak langsung (Indirect Compesation) atau di 
sebut juga dengan kesejahteraan karyawan. Kesejahteraan karyawan ini merupakan 
balas jasa yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawannya diluar upah, gaji 
dan insentif yang terdiri dari berbagai kompensasi pelengkap seperti tunjangan, 
fasilitas-fasilitas maupun pelayanan.  

     Usaha dalam mempertahankan dan meningkatkan pencapaian tujuan 
perusahaan yaitu dengan adanya program pemberian kompensasi tidak langsung 
dimana karyawan selalu menginginkan balas jasa yang sesuai dengan kontribusi 
yang telah mereka berikan kepada perusahaan. Jika hal ini sudah terpenuhi maka 
akan dapat meningkatkan motivasi karyawan untuk lebih berprestasi. Adanya 
ketidakpuasan karyawan dapat menimbulkan masalah-masalah yang mungkin akan 
menurunkan prestasi kerja karyawan. Oleh karena itu, perusahaan harus 
memperhatikan tingkat kebutuhan karyawannya. 

     Pemberian kompensasi pada setiap perusahaan tidak sama, baik macam dan 
komponennya maupun jumlahnya. Semua itu tergantung pada kemampuan, 
kebijaksanaan dan pertimbangan perusahaan yang bersangkutan. Hal ini dirasakan 
oleh bagian SDM dan Umum Kantor Pusat PT.Pos Indonesia (Persero). 
Dimana prestasi kerja karyawan belum sepenuhnya optimal disebabkan masih 
adanya permasalahan yang menjadi penyebab ketidakpuasan karyawan, salah 
satunya yaitu dalam hal pemberian kompensasi tidak langsung yang masih harus 
diperbaiki untuk bisa meningkatkan prestasi kerja karyawan


Observasi Awal Penilaian Kompensasi Tidak Langsung pada Bagian SDM dan UmumKantor Pusat PT.Pos Indonesia (Persero) 



     Berdasarkan fenomena diatas, kita dapat melihat bahwa masih 
kurangnya pemberian kompensasi tidak langsung yaitu dalam hal pemberian 
program  pelayanan kepada karyawan. Pemberian  kompensasi tidak langsung 
untuk karyawan diharapkan mampu memperbaiki kualitas kehidupannya dari masa 
ke masa, sedangkan bagi organisasi keuntungan yang diharapkan adalah 
terjaminnya kualitas sumber daya manusia yang dapat mencapai prestasi kerja 
tinggi serta pemanfaatannya dapat dioptimalkan untuk mewujudkan tujuan 
perusahaan.  

    Fenomena yang terjadi terkait dengan belum optimalnya prestasi kerja yang 
diberikan oleh karyawan terhadap perusahaan terlihat dari masih adanya gejala
gejala seperti: 

1. Tingkat ketelitian kerja para karyawan masih rendah, hal ini terbukti 
dengan adanya beberapa kesalahan yang dilakukan oleh karyawan 
dalam pengerjaan laporan bulanan seperti kesalahan pengetikan dalam 
memasukkan data. 

2. Masih adanya karyawan yang kurang mematuhi jam kerja dan masih 
kurangnya kuantitas karyawan. 

3. Masih ada penyelesaian pekerjaan yang mengalami keterlambatan dari 
target waktu yang telah ditetapkan dilihat dari segi riwayat pendidikan



    Pada Tabel ini Dapat dilihat bahwa masih adanya karyawan pada bagian SDM dan umum Kantor Pusat PT. Pos Indonesia (Persero) yang berpendidikan rendah. Hal ini dirasa dapat menghambat peningkatan prestasi kerja dan akan mempengaruhi keberhasilan pencapaian tujuan perusahaan. 

B. Identifikasi Masalah 

     Berdasarkan pada latar belakang tersebut maka saya dapat merumuskan 
bahwa permasalahan yang terjadi adalah masih kurangnya prestasi kerja yang 
dicapai oleh karyawan bagian SDM dan Umum Kantor Pusat PT. Pos Indonesia 
(Persero). hal ini disebabkan oleh berbagai hambatan, Seperti: 

1. Pemberian kompensasi yang dirasa masih kurang salah satunya adalah 
pemberian kompensasi tidak langsung. 

2. Kemampuan kerja sumber daya manusia yang masih kurang memadai. 
   
3. Kurangnya kesadaran dalam hal tanggung jawab pada setiap individu 
karyawan. 

4. Kurangnya motivasi, kreatifitas, disiplin, dan professionalisme sehingga 
mempengaruhi kualitas pembinaan, pengembangan karyawan pada 
bagian SDM dan Umum Kantor Pusat PT. Pos Indonesia (Persero).


C. Rumusan Masalah

1. Seberapa besar pengaruh kompensasi tidak langsung tentang pembayaran upah 
untuk waktu tidak bekerja, perlindungan ekonomis terhadap bahaya, program
program pelayanan karyawan dan pembayaran kompensasi yang ditetapkan 
legal terhadap prestasi kerja karyawan pada bagian SDM dan Umum Kantor 
Pusat PT. Pos Indonesia (Persero)?  

D. Tujuan Penelitian 

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui: 

1. Pengaruh kompensasi tidak langsung tentang pembayaran upah untuk waktu 
tidak bekerja, perlindungan ekonomis terhadap bahaya, program-program 
pelayanan karyawan dan pembayaran kompensasi yang ditetapkan legal 
terhadap prestasi kerja karyawan pada bagian SDM dan Umum Kantor Pusat 
PT. Pos Indonesia (Persero).     

E. Kegunaan Penelitian 
  
1. Aspek Teoritis 

a. Memberikan masukan untuk mengembangkan Ilmu Administrasi 
Negara khususnya teori tentang kompensasi tidak langsung dan 
prestasi kerja karyawan. 

b. Memberikan wawasan dan pengetahuan yang bermanfaat kepada 
mahasiswa dan penulis lainnya yang ingin meneliti tentang 
kompensasi tidak langsung  terhadap prestasi kerja karyawan. 

2. Aspek Praktis 

a. Memberikan saran dan rekomendasi yang berguna bagi instansi 
dalam meningkatkan pemberian kompensasi tidak langsung karena 
berpengaruh terhadap prestasi kerja karyawan. 

b. Memberikan masukan kepada bagian SDM dan Umum Kantor 
Pusat PT.Pos Indonesia, dalam rangka meningkatkan pemberian 
kompensasi tidak langsung. 

F. Kerangka Pemikiran

    Kerangka pemikiran adalah teori atau dalil serta pendapat para ahli yang
tidak diragukan lagi kebenarannya dan digunakan sebagai pedoman penelitian. 

    Kompensasi tidak langsung  itu adalah balas jasa yang diberikan 
dalam bentuk pelayanan karyawan, karena diperlakukan sebagai upaya penciptaan 
kondisi lingkungan kerja yang menyenangkan. Pemberian kompensasi biasanya 
berupa penyediaan program kesejahteraan karyawan yang berupa fasilitas-fasilitas 
serta tunjangan-tunjangan yang tidak langsung dihubungkan dengan prestasi kerja. 
Kompensasi tidak langsung ini diberikan dengan tujuan untuk mempertahankan 
keberadaan karyawan sebagai anggota organisasi dalam jangka panjang. 

   Prestasi kerja adalah hasil pencapaian kerja seorang karyawan berdasarkan keahlian atau kemampuan yang dia miliki pada suatu organisasi atau pemerintahan. 
Definisi diatas dapat diartikan bahwa prestasi kerja adalah apa yang 
dikerjakan dan dihasilkan oleh seseorang atau sekelompok orang terhadap 
organisasi atau permerintahan berdasarkan tugas dan kewajibannya.

G. Hipotesis 

     Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, dimana rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam bentuk kalimat pertanyaan. Dikatakan sementara, karena jawaban yang diberikan baru didasarkan pada teori yang relevan, belum 
didasarkan pada fakta-fakta empiris yang diperoleh melalui pengumpulan data.

Berdasarkan acuan kerangka pemikiran di atas maka untuk hipotesis dalam 
penelitian ini ialah: 


  • Penyelesaian masalah: Besar Pengaruh kompensasi tidak langsung terhadap pembayaran upah untuk waktu tidak bekerja, perlindungan ekonomis terhadap bahaya, Yaitu dengan adanya kompensasi tidak langsung diharapkan dapat membuat karyawan dapat lebih baik dan bersemangat dalam bekerja sehingga membuat PT POS indonesia menjadi maju dan berkembang, jika tidak adanya kompensasi tidak langsung akan membuat pekerja yang memiliki kerjaan yang bagus dan waktu kedatangan yang tepat akan membuat prestasi pekerja tersebut dapat menurun karena tidak adanya imbalan yang  sesuai dengan hasil yang dilakukanya dan untuk perlindungan ekonomis terhadap bahaya sebagai perusahaan BUMN yang bergerak dibidang jasa, sudah seharusnya membuat kartu jaminan kesehatan atau yang sering disebut BPJS Kesehatan untuk karyawan nya, sehingga dapat melindungi karyawan nya dari hal-hal yang membuat karyawan tersebut tidak dapat bekerja secara optimal yang dapat merugikan perusahaan itu sendiri.












Read more...